Apa itu Control Panel Hosting serta Fungsinya pada Website

Jika ingin membuat website, kamu membutuhkan control panel dan hosting sebagai tempat untuk menampung data-data website tersebut agar bisa diakses di internet.

Maka dari itu, kamu perlu menyewanya ke penyedia layanan web.

Nah, biasanya penyedia layanan web akan menyediakan control panel untuk memudahkanmu dalam mengelola hosting yang kamu pesan.

Pada kesempatan ini mari kita bahas tentang control panel hosting dan fungsinya pada website.

Apa itu Control Panel Hosting?

Control panel hosting adalah antarmuka berbasis web yang disediakan penyedia layanan web dengan tujuan untuk mempermudah pengelolaan server.

Hampir setiap penyedia layanan menyediakan control panel dan beberapa di antaranya menawarkan pilihan control panel apa yang ingin dipakai.

Misalnya, ada penyedia layanan yang menawarkan control panel Cpanel dan Plesk.

Tanpa control panel, pengelolaan hosting tetap bisa dilakukan, tetapi itu akan menjadi rumit. Pengguna harus memiliki pengetahuan teknis tingkat lanjut serta sering mengetik perintah tertentu.

Cara ini tentu merepotkan dan tidak ramah untuk pemula. Itulah alasannya mengapa control panel hadir untuk menyederhanakan pengelolaan server.

Fungsi Control Panel

Setelah berhasil login ke control panel, kamu akan disambut oleh antarmuka dengan berbagai fitur.

Melalui fitur-fitur inilah control panel bisa menjalankan fungsinya.

Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa fungsi control panel yang perlu kamu ketahui.

1. Memonitor Penggunaan Sumber Daya

Control panel biasanya memiliki fitur indikator yang menampilkan penggunaan resource seperti penyimpanan, inodes, bandwidth, dan memory/RAM.

Dengan begitu kamu bisa memastikan apakah sumber dayanya masih mencukupi atau tidak.

Jika penyimpanannya sudah hampir mencapai 100% dengan indikator berwarna merah, itu tandanya kamu harus melakukan upgrade untuk mendapatkan resource yang lebih besar.

2. Mengelola File

Sama seperti smartphone dan komputer, control panel hosting juga memiliki file manager yang isinya beragam folder dan file.

Fitur control panel yang satu ini berfungsi untuk mengelola file dan folder, seperti menambah, menghapus, menyalin, memindahkan, mengedit, mengganti nama, mengompres, serta mengekstrak file/folder.

3. Mengelola Domain

Untuk membuat website, kamu tentu membutuhkan domain. Nah, domain ini nantinya bisa kamu kelola lewat control panel.

Melalui fitur pengelola domain yang ada di control panel, kamu bisa menambahkan domain, menghapus domain, membuat subdomain, menghapus subdomain, mengelola DNS, dan membuat pengalihan.

Baca juga tentang domain dan hosting.

4. Mengelola BackUp

Melakukan backup secara rutin adalah hal yang sangat penting dilakukan untuk mencegah kehilangan data.

Pasalnya, peristiwa tak terduga yang menyebabkan hilangnya data bisa saja terjadi sewaktu-waktu, misalnya karena peretasan.

Nah, control panel biasanya sudah menyediakan fitur yang memudahkan untuk melakukan backup data maupun restore.

5. Mengelola Keamanan Website

Keamanan adalah faktor yang wajib diperhatikan dalam sebuah website. Contoh fitur keamanan yang sangat penting untuk website adalah SSL.

SSL berfungsi untuk mengenkripsi lalu lintas data dari website ke browser pengunjung maupun sebaliknya agar tidak bisa dibaca pihak lain.

Control panel biasanya sudah memiliki fitur untuk menginstal SSL dengan mudah.

6. Menginstal Aplikasi

Pembuatan website bisa dilakukan secara mudah dengan memanfaatkan CMS.

Melalui control panel, kamu bisa dengan mudah menginstal CMS, seperti WordPress untuk membuat website ataupun blog.

Pasalnya, control panel biasanya sudah menyediakan script CMS yang bisa diinstal hanya dengan beberapa klik.

Cara ini terbilang praktis dibandingkan dengan menginstal CMS secara manual.

Tidak hanya WordPress, kamu pun bisa menginstal aplikasi lain.

Jika kamu menggunakan control panel yang ada fitur Softaculous, kamu bisa dengan mudah menginstal aplikasi untuk berbagai keperluan, seperti blog, toko online, web forum, LMS, dan lain-lain.

Contoh Control Panel untuk Hosting

Ada banyak control panel yang bisa digunakan untuk mengelola hosting baik yang berbayar maupun gratis.

Contoh control panel, misalnya:

  1. Cpanel
  2. Plesk
  3. DirectAdmin
  4. Webuzo
  5. Cyberpanel
  6. Aapanel
  7. Webmin
  8. VestaCP
  9. ISPmanager

Penyedia layanan hosting umumnya menggunakan Cpanel, Plesk, dan beberapa ada yang menggunakan DirectAdmin untuk produk shared hosting mereka.

Ketiga jenis control panel tersebut sebenarnya adalah produk pihak ketiga yang berbayar.

Pihak penyedia hosting telah membayar lisensinya agar bisa digunakan pada layanan mereka.

Jika kamu memesan shared hosting, itu berarti sudah sepaket dengan control panel yang akan digunakan.

Namun, jika kamu memesan VPS, kamu biasanya harus membeli lisensi control panel sendiri secara terpisah.

Bila kamu ingin berhemat, kamu bisa menggunakan control panel gratis seperti Cyberpanel dan Aapanel.

Penutup

Itu dia penjelasan tentang apa itu control panel hosting, fungsi, dan contohnya. Semoga dapat menambah wawasan terkait dunia hosting dan alat pendukung lainnya.

Etika Berkomentar di blog ini.

Budayakan berkomentar yang baik dan sopan dengan mengedepankan ketentuan berikut :

  • Pakai nama orang asli (tidak boleh nama blog atau nama aneh)
  • URL homepage (halaman utama)
  • Tidak menyisipkan link dalam komentar

Setiap komentar yang terindikasi spam tidak akan saya approve.

Terima kasih kawan!

Beneran nih nggak mau komen?