Home / Internet / Cara Membuat Portofolio Web Tanpa Ngoding, Mudah dan Praktis

Cara Membuat Portofolio Web Tanpa Ngoding, Mudah dan Praktis

Penulis: Mendy Mendy

Diperbaharui:

Saat ini portofolio web mulai banyak diminati karena kemudahan dalam mengakses dan dapat menonjolkan skill yang dimiliki oleh pemilik portofolio. Saat ini, selain melampirkan CV, pelamar kerja juga banyak diminta untuk melampirkan portofolio yang menunjukkan skill yang dimiliki.

Portofolio website yang keren dan didesain dengan baik akan meningkatkan peluang memperoleh pekerjaan, kerja sama baru atau klien baru dari sebuah bisnis. Namun, masih banyak yang kebingungan bagaimana cara untuk membuatnya.

Jika Anda salah satunya, maka sudah sangat tepat untuk membaca artikel ini hingga akhir. Karena disini akan menjelaskan secara lengkap mengenai bagaimana cara membuat portofolio di web yang mudah namun tetap keren dan berkualitas.

Pengertian

Pengertian
Sumber: mataramwebc.om

Website portofolio merupakan sebuah halaman website atau situs yang didalamnya berisikan berbagai informasi mengenai data diri, keahlian, skill, kemampuan, hasil karya atau hasil kerja dari pemilik portofolio.

Kelebihan menggunakan website portofolio adalah pemilik portofolio bisa menampilkan data diri, keahlian, skill, kemampuan, hasil karya atau hasil kerja dengan lebih leluasa dan tampilan yang lebih menarik. Selain itu, website portofolio juga lebih mudah diakses oleh siapa saja.

Langkah-Langkah Membuat Portofolio Web

Pada bagian ini akan dibahas mengenai apa saja langkah-langkah yang harus dilakukan ketika akan membuat website portofolio.

Sebetulnya ada banyak platform yang bisa digunakan untuk membuat website portofolio. Namun, kali ini akan dibahas bagaimana cara membuatnya menggunakan CMS WordPress. Beberapa langkah mudah untuk membuat website portofolio menggunakan CMS WordPress diantaranya adalah:

1. Menyiapkan Platform

Menyiapkan Platform
Sumber: medium.com

Sebagaimana sudah disebutkan sebelumnya, sebetulnya banyak platform yang bisa digunakan untuk membuat contoh portofolio web. Salah satu platform yang banyak digunakan adalah WordPress. Bukan tanpa alasan, WordPress menjadi pilihan karena memiliki fitur-fitur yang canggih seperti:

  • Dapat dengan mudah disesuaikan dengan kebutuhan. Di WordPress, bisa dimulai membuat portofolio sederhana dan kemudian bisa dikembangkan dengan menggunakan tema tambahan atau plugin.
  • Fleksibel. WordPress bisa digunakan untuk membuat berbagai jenis portofolio mulai dari yang digunakan untuk melamar pekerjaan, mencari klien, sampai membangun kerja sama dengan perusahaan lain.
  • Lebih hemat biaya. Dibandingkan dengan platform lainnya, pengeluaran biaya menggunakan WordPress jauh lebih hemat dan dapat diatur sendiri. Contoh jika dirasa tidak membutuhkan tema eksternal, maka tidak perlu membeli tema eksternal.

Namun diantara banyaknya kelebihan, menyusun a personal portofolio website melalui WordPress perlu ketelitian dan keahlian sehingga membutuhkan waktu cukup lama bagi pemula yang ingin membuat portofolio yang bagus dan menarik.

2. Memperoleh Nama Domain

Memperoleh Nama Domain
Sumber: mataramweb.com

Langkah kedua adalah memilih dan memperoleh nama domain untuk website portofolio. Nama domain merupakan elemen penting dalam menyusun website portofolio karena akan menjadi bahan pertimbangan dalam branding personal atau sebuah perusahaan bagi pembaca portofolio tersebut.

Untuk memilih nama domain dalam pembuatan design portofolio website, perlu beberapa pertimbangan yakni:

  • Harga domain. Untuk memperoleh sebuah nama domain, maka harus membeli kepada pihak penyedia domain. Pastikan untuk mengecek beberapa harga domain dan sesuaikan dengan budget yang dimiliki.
  • Mengecek ketersediaan domain incaran. Terkadang, domain dengan nama pribadi sudah tidak bisa digunakan karena nama domain tersebut sudah digunakan. Maka pastikan untuk mengecek ketersediaan nama domain melalui tool cek domain.
  • Kemudahan nama domain untuk diingat. Nama domain akan sangat berpengaruh dengan bagaimana nama Anda dikenal secara profesional. Maka pastikan nama domain yang dipilih mudah diingat.

Baca Juga: Pengertian Website: Apa itu Web, Manfaat, Jenis, dan Contoh

3. Pilihlah Penyedia Web Hosting yang Terpercaya

Pilihlah Penyedia Web Hosting yang Terpercaya
Sumber: ids.ac.id

Setelah menentukan dan memutuskan nama domain yang akan digunakan. Langkah selanjutnya untuk membuat sebuah portofolio web adalah dengan memilih penyedia web hosting yang terpercaya. Dengan memilih penyedia web hosting terpercaya, maka performa website portofolio bisa terjamin.

Untuk membantu memilih penyedia web hosting yang terpercaya dan profesional, pastikan untuk memperhatikan beberapa hal di bawah ini:

  • Fitur dan tool yang disediakan. Pastikan untuk mengecek apa saja fitur dan tools yang disediakan oleh penyedia web hosting. Hal yang paling penting adalah kemampuan server untuk mengakomodasi jumlah pengunjung di portofolio web app milik Anda.
  • Bandwidth yang disediakan. Yang perlu dipertimbangakn selanjutnya adalah mengenai bandwidth yang disediakan dari paket hosting yang dipilih. Pastikan untuk memilih yang sesuai dengan kebutuhan sehingga website portofolio mudah diakses oleh siapa saja.
  • Keamanan data. Selanjutnya pastikan bahwa penyedia web hosting menjamin keamanan data penggunanya. Pastikan pemilik web hosting sudah menerapkan prosedur manajemen akses, backup data secara otomatis dan menggunakan SSL gratis.

4. Menyesuaikan Desain Portofolio

Menyesuaikan Desain Portofolio
Sumber: ids.ac.id

Langkah selanjutnya untuk membuat portofolio web adalah dengan merancang dan menyesuaikan desain dengan portofolio. Aspek visual dari sebuah portofolio menjadi penting karena akan berhubungan dengan branding dan ketertarikan pembaca portofolio.

Ketika menentukan desain, ada baiknya memperhatikan beberapa hal di bawah ini;

  • Desain yang unik dan menarik. Dalam membuat sebuah desain di portofolio, pastikan untuk memberikan sentuhan spesifik yang menggambarkan pribadi atau sebuah perusahaan. Dengan desain yang unik, maka portofolio akan mudah diingat oleh HRD atau calon klien.
  • Desain yang user friendly. Desain portofolio harus dibuat user friendly sehingga dapat dilihat dan dibaca dengan mudah oleh pengunjung portofolio website about me.
  • Desain yang responsive. Desain portofolio juga harus dibuat responsive. Responsive yang dimaksud disini adalah semua konten dalam portofolio bisa diakses menggunakan smartphone tanpa hambatan sebagaimana jika diakses melalui PC.
  • Kualitas media dalam desain. Terakhir, harus diperhatikan bagaimana kualitas media baik video atau foto yang dimasukkan ke dalam portofolio. Jika media yang dimasukkan memiliki kualitas baik, maka akan lebih mudah memperoleh kepercayaan klien atau panggilan kerja.

5. Setup Tool

Setup Tool
Sumber: dibimbing.id

Setelah selesai dengan tahapan mendesain, maka langkah selanjutnya adalah dengan melakukan setup tool. Cara mudahnya adalah dengan membuat Gallery di WordPress. Membuat Gallery di WordPress ini bisa dilakukan dengan plugin galeri atau plugin portofolio.

Beberapa plugin portofolio yang direkomendasikan diantaranya seperti Portofolio Galley, Visual Portofolio, dan GridKit Portofolio Gallery. Setelah itu bisa juga ditambahkan beberapa informasi atau data pribadi sebagai tambahan.

Informasi atau data pribadi yang ditambahkan biasanya testimoni dari pelanggan sebelumnya atau dari kantor sebelumnya, link media sosial pribadi atau perusahaan, dan logo perusahaan.

Selain itu, ada baiknya untuk menyajikan portofolio dalam beberapa bahasa sehingga bisa digunakan untuk melamar pekerjaan lintas negara atau memperoleh klien dari negara lain.

6. Mempromosikan Template Portofolio Web

Mempromosikan Template Portofolio Web
Sumber: mamikos.com

Terakhir, setelah semua langkah dilakukan, maka website portofolio sudah bisa disebarkan atau dipromosikan. Jika portofio yang dibuat ditujukan untuk mencari pekerjaan, maka bisa langsung dikirimkan bersama dengan CV ke pihak HRD.

Jika portofolio digunakan untuk memperoleh klien baru atau membangun kerja sama, maka website portofolio bisa dibagikan ketika bertemu dengan calon klien atau dipromosikan melalui sosial media yang dimiliki.

Dengan kemajuan teknologi, saat ini melamar kerja atau mencari klien baru akan lebih mudah jika menggunakan template portofolio web gratis. Salah satu platform yang bisa digunakan untuk membuat portofolio dan diakses dengan mudah adalah WordPress.

Beberapa langkah mudah diatas akan membantu jika sedang membutuhkan portofolio di web untuk melamar pekerjaan atau memperoleh klien baru. Dengan website portofolio yang profesional dan menarik, maka akan lebih mudah memperoleh pekerjaan atau klien baru.

Baca Juga: 7 Website Foto Gratis Penyedia Gambar Bebas Lisensi

Related Posts

Etika Berkomentar di blog ini.

Budayakan berkomentar yang baik dan sopan dengan mengedepankan ketentuan berikut :

  • Pakai nama orang asli (tidak boleh nama blog atau nama aneh)
  • URL homepage (halaman utama)
  • Tidak menyisipkan link dalam komentar
  • Berkomentar sesuai topik minimal 2 kalimat

Setiap komentar yang terindikasi spam tidak akan saya approve.

Terima kasih kawan!

Beneran nih nggak mau komen?

Kampusit.id merupakan media digital yang membahas seputar blogging dan teknologi informasi, selain itu kami juga menyediakan jasa pengembangan website wordpress, kursus serta jual beli domain dan blog adsense

08-111-399-986

Jl Jatipadang Raya Pasar Minggu Jakarta Selatan