Apa itu DNS? Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, dan Contohnya

Bicara tentang domain dan hosting maka tidak lepas dari yang namanya DNS. Ibarat sayur tanpa garam, domain tidak dapat terhubung ke hosting tanpa adanya DNS. Apa itu DNS? Mari simak pembahasan dibawah. . .

Alangkah baiknya anda sudah mengetahui beberapa istilah dibawah ini,

Kamus :

DNS adalah singkatan dari Domain Name System, beberapa ada yang menyebutnya dengan Domain Name Server.

URL = Uniform Resource Locator (ini merupakan link sebuah website)

IP Address = Internet Protocol Address

Domain = alamat yang berupa URL

Apa itu DNS?

DNS pada pengembangan website berperan sebagai penghubung antara domain dan hosting (server). Intinya, DNS adalah sistem yang menghubungkan alamat website dengan IP Address yang ada di server.

Tanpa menggunakan DNS, sebuah website hanya bisa diakses menggunakan IP Address. Tentunya ini sangat menyulitkan pengguna jika harus menghafalkan deretan angka.

Masa iya, mau akses Google harus memasukkan deretan angka IP Address? Kan gak asik ๐Ÿ˜›

Maka dari itu, DNS hadir sangat bermanfaat sebagai penerjemah alamat domain untuk dapat dikenali oleh server.

Kurang lebihnya seperti itu. . .

Kelebihan dan Kekurangan DNS

Adapun beberapa kelebihan dan kekurangan DNS kami jabarkan dibawah ini,

Kelebihan DNS

  • Kemudahan akses website karena hanya menghafal nama domain
  • Sangat mudah dikonfigurasi oleh pemilik website
  • Konsistensi alamat domain ke IP Server tidak berubah-ubah
  • Keamanan data terjaga karena mencegah peretasan

Kekurangan DNS

  • DNS terbatas, tidak bisa terhubung ke banyak domain
  • Implementasi yang lumayan sulit bagi yang belum paham

Fungsi DNS Server

Dari pembahasan diatas tentang apa itu DNS, maka sudah bisa terbayang fungsi DNS.

Walaupun pada intinya hampir sama, namun fungsi DNS masih bisa dijabarkan sebagai berikut :

  1. Mengakses informasi IP server menggunakan nama domain
  2. Mengakses nama domain berdasarkan IP Server
  3. Menemukan alamat yang tepat dalam berkirim email
  4. Penerjemah nama domain ke IP Address, dan sebaliknya

Membingungkan ya? Coba baca lagi pelan-pelan.

Cara Kerja DNS

DNS dapat bekerja memerlukan beberapa tahapan yang harus dilalui.

Dibawah ini adalah tahapan-tahapan tersebut,

  • DNS Query
  • DNS Recursor
  • Root Nama Server
  • TLD Name Server
  • Authoritative Name Server

Berikut penjelasannya :

DNS Query

Permintaan data informasi terkait IP address di handle oleh tahapan DNS Query ini, yaitu ketika anda mengetikkan alamat website di web browser.

Pada tahapan DNS Query ini dibagi menjadi 3 jenis :

1. Recursive query

Pengguna memasukkan nama host dan direspon oleh DNS resolver.

Respon yang didapatkan berupa informasi yang diminta atau bahkan menampilkan pesan error jika tidak mendapat respon.

2. Iterative query

Hampir mirip dengan recursive query, dimana pengguna memasukkan hostname dan kemudian DNS resolver melakukan pencarian cache di memori.

Apabila tidak mendapat respon berhasil, maka DNS akan mencari data di Root Server.

3. Non-recursive query

Dibandingkan dengan 2 tahapan diatas, ini merupakan yang paling cepat dalam melakukan proses pencarian informasi karena tidak perlu adanya pencarian di root server.

DNS Recursor

DNS Recursor atau bisa disebut juga dengan DNS Recursive Resolver.

Tahapan awal pencarian informasi dilakukan oleh DNS recursor.

Polanya seperti ini :

Ketika pengguna memasukkan alamat web, dan tidak ditemukan hasil pencarian yang sesuai, maka sistem akan mencarinya dalam cache internet provider (ISP).

Root Nama Server

Apabila informasi tidak ada di internet provider, maka sistem akan mencari di root name server.

Root name server seperti database yang mampu memberikan respon domain dan IP address.

TLD Name Server

Tahapan ini mampu membaca informasi dari TLD (top level domain). Dimana masing-masing TLD terhubung ke server khusus yang memiliki data informasi.

Authoritative Name Server

Setelah melalui tahapan-tahapan diatas, maka dibagian akhir telah sampai pada tahapan authoritative name server.

Yang mana jenis name server ini mempunyai seluruh informasi yang lengkap dari website.

Pengguna melakukan permintaan melalui web browser dan hasilnya ditampilkan dengan informasi yang up-to-date.

Contoh DNS

Beberapa contoh DNS yang ada saat ini,

Layanan Public DNS : digunakan untuk mempercepat dan mengamankan aktivitas browsing.

  • Comodo Secure DNS
  • Google Public DNS
  • DNSWatch

Layanan Private DNS : dipakai untuk menghubungkan alamat domain dan server.

  • CloudFlare
  • DigitalOcean
  • NameCheap

Beberapa Jenis DNS

Ada beberapa jenis DNS yang sering digunakan untuk kebutuhan pengembangan website. Setiap record memiliki perannya masing-masing.

Berikut ini DNS record yang sering dipakai untuk website :

A Record

A Record adalah singkatan dari Address record, DNS record ini berfungsi untuk menyimpan data informasi TTL (time to live), IP Address (IPv4), dan hostname.

AAA Record

Mirip dengan A record, namun lebih ditujukan untuk menyimpan informasi IP Address v6 beserta hostnamenya.

MX Record

Digunakan untuk merekam DNS dari server SMTP yang biasa dipakai untuk keperluan email pada domain.

CNAME Record

Untuk mengalihkan domain atau sub-domain ke IP address.

NS Record

Bermanfaat untuk memberi akses sub-domain ke name server jika yang di dalam server tersebut sub-domain berbeda domain utama.

PTR Record

Nenberikan authorisasi DNS resolver untuk menyediakan data informasi tentang IP address, serta menampilkan hostname.

CERT Record

Berguna untuk menyimpan data enskripsi sebuah sertifikan keamanan (SSL).

SRV Record

Digunakan untuk menyimpan data lokasi komunikasi seperti priority, Port, Weight, Name, maupun TTL.

TXT Record

Berfungsi untuk membawa data yang dibaca oleh mesin.

SOA Record

Merujuk pada authorisasi dan informasi NS (name server) suatu domain secara lengkap.

DNS Checker

Setelah setting DNS Domain biasanya membutuhkan waktu 1ร—24 jam untuk propagansi atau resolve domain agar bisa diakses.

Walaupun kadang waktu propagansi juga lebih cepat.

Saya sendiri kadang suka nggak sabaran menunggu proses ini.

Dari permasalahan tersebut, saya selalu mengecek propagansi dns domain menggunakan beberapa tools.

Berikut ini tool yang sering saya pakai:

1. DNS Checker (dnschecker.org)

Ini adalah salah satu DNS checker yang sering saya pakai saat memulai membuat blog.

Tampilannya sederhana, dan mudah dalam penggunaannya.

Berikut tampilan halaman dnschecker.org

DNS Checker untuk Cek Propagansi DNS pada Domain Website

Proses pengecekan cukup mudah,

coba perhatikan screenshot dibawah:

DNS Checker

Cukup memasukkan alamat website pada form yang tersedia dan klik tombol โ€œsearchโ€ (coba lihat yang diberi tanda anak panah merah).

Hasilnya bisa dilihat pada centang hijau dibagian samping.

Hijau tandanya DNS sudah berhasil terhubung.

2. Whats My DNS (whatsmydns.net)

Apa itu DNS - Cara Cek Propagansi Domain pakai DNS Checker

Whatsmydns kurang lebih hampir sama dengan DNS checker yang sudah dibahas sebelumnya.

Fungsinya juga sama saja. . .

Silahkan mau pakai yang mana saja boleh,

karena sifanya hanya untuk cek DNS saja.

Kesimpulan dan Penutup

Jadi pada intinya dalam pembahasan apa itu DNS ini adalah sebagai informasi yang diharapkan mampu menambah pengetahuan para pembaca.

Agar diketahui bahwa semua dimudahkan untuk akses website dengan adanya DNS ini.

Teknologi DNS masih digunakan untuk pengembangan website di masa mendatang.

Tentunya dengan pengalaman browsing yang lebih cepat dan aman. . .

Semoga bermanfaat ๐Ÿ™‚

Beneran nih nggak mau komen?